Selasa, 08 Mei 2018

Rindu

Aku rindu
Suaramu memanggilku 'mak' sejak anak kita lahir,
Bacaan 'idzaa jaa'a nashrullaahi wal fath'-mu ketika sampai ayat' wastaghfirh' saat shalat jamaah di bulan Ramadhan waktu dia masih dalam kandungan, lalu setelah shalat engkau memelukku sambil mencium keningku.

Aku rindu
Isyarat nakalmu,
suara reot ranjang kita,
usaha kita untuk tetap tenang karena anak kita yang pada waktu itu masih bayi sedang tertidur lelap. Walaupun begitu, kegaduhan kita tetap sajs menimbulkan suara reot yang bisa mengganggu tidurnya. Ehm.
Kekesalan kita saat kita sedang serius2nya, bayi kita bangun dan menangis. Ahh. indahnya.

IYA IYA! AKU AKAN BERHENTI MERINDUMU! ! !
Bogor, sya'ban.

Untung saja kau tidak mengizinkan aku datang memenuhi undangan itu. Mungkin jika aku datang, aku tidak akan sanggup menyaksikan engkau mangucapkan ikrar itu untukku.
April18

Rabu, 20 September 2017

Ak(s)u

katakan padaku, jika nanti aku rindu padamu, aku harus bagaimana??!
memang benar, raga kita sudah berpisah lama. tapi kemesraan ini selalu kita jaga. kita punya cara sendiri untuk mencairkan rindu kita yang mulai membeku. seperti kemaren, iya. baru kemaren.
tapi sekarang aku 'dipaksa nge-rem mendadak 'kemesraan' itu.
katakan padaku, aku harus bagaimana jika nanti aku merindukanmu?!




ak(s)u
pesan mesranya untukku.
aku lebih tenang mendapat pesan 'mesra' itu darinya. dari pada dia mendiamkanku.

aku padanya terlalu dalam.  cintaku,  juga sakitku.

Minggu, 06 Agustus 2017

Happy 3rd Anniversary



26 Juli 2017

Hari ini
Kau patahkan hatiku
Kau patahkan niatku
Kau patahkan semangatku!
Entah mengapa, kumasih bisa cinta..


aku yakin, kita akan bersama dalam satu tempat yang indah.
yakin akan berkumpul, minimal di padang makhsyar.


yo memang, pasangan iku nek lagi salah, mengkelke,, ngeselke,, tapi nek lagi ora, nyenengke to??
_nasehat kakak di sebrang sewaktu curhat tentang adeknya yang iiiiiiiiiihh.
"he'em kak" jawabku malu
7917

Selasa, 25 Juli 2017

Bayu Samudra

Ini bukan kontrak. Tidak ada perjanjian di dalamnya. Aku tidak pernah menjanjikan apapun padanya, pun juga dia. Kami hanya menjalani apa yang harus kami jalani. Yang kami fahami ini adalah ibadah. Genggam kami dengan cintaMu. Semoga Engkau menghendaki kami untuk terus bersama dalam ibadah kepadaMU. Amin. 13517



Add caption
Tumpukan baju itu masih sama seperti semula, tidak berubah meskipun sudah hampir 3 tahun ditinggal yang empunya. Masih tetap rapi. Kebiasaanku setiap hari setiap habis mandi. Membuka lemari pakaian, mengambil baju gantiku dan kemudian menciumi tumpukan baju itu. Aromanya tetap sama, wangi tubuhmu. Rinduku berkurang, atau malah bertambah besar. Entah. Semga di manapun Engkau berada, engkau bahagia.
11517





aku tidak memiliki kelebihan apa-apa seperti mereka. dan menikah denganmu adalah melebihi impianku.

Aku memang bukan wanita idaman..
Kulitku hitam, badanku kurus kering, gigi besar, mulut lebar dan mata belok.. hahaa.. itu kata suamiku. Aku suka ‘terusterangnya itu. Dia tidak pernah bersandiwara padaku hanya untuk menyenangkan hatiku.
Aku mungkin tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya, pada saat dia butuh, aku tidak ada. Baktiku padanya hanya dengan do’a, hanya itu yang aku bisa.
Tuhan..Bahagiakan dia.. aku tidak pernah bisa membuatnya tersenyum. Jika dengan cara ini dia bisa tersenyum, berikan aku ikhlas. 18517





sayang, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, tapi ingat sayang.. kita harus selalu saling menyayangi bagaimanapun caranya, seperti yang selalu bapakmu ajarkan kepadaku.

Jumat, 28 April 2017

Samudra

Kata orang, “baik buruknya suatu ‘hal’ itu sebenarnya sudah tampak. Hanya saja kita yang tidak mau melihat. Kita pura-pura buta. “
Aku masih bertahan sampai saat-aku menulis- ini, karena aku melihat kebaikan itu. Masih ada kebaikan yang aku temukan, masih ada. Ada keburukan semu, yang sengaja dilakukan untuk menutupi kebaikan itu. Tapi aku tau siapa engkau. Aku masih bisa melihatnya.

Dimanapun engkau berada, aku selalu mendo’akanmu. Dan engkau pun pasti juga sama, buktinya aku masih selalu mengingatmu.
Berikan keikhlasan.. agar semua tetap baik.

Jumat, 02 Desember 2016

Mbok YEM

Baru saja aku selesai membaca salah satu cerita pendeknya Abah Mus di buku kumpulan cerpen beliau ‘lukisan kaligrafi’, judulnya “mbok Yem”. Kalo dalam cerita itu adalah kisah Mbak Yem dan Mbah Joyo, kali ini adalah cerita Mbok yem dan Mbah Mar.
Pasangan yang satu ini sangat berbeda karakternya. Yang satu keras, yang satu lembek. Yang satu romantis, yang satu realistis. Yang satu tenang, yang satu lagi gegabah.. hemm.. tapi inilah pernikahan. Menyatukan dua karakter yang berbeda agar bisa ‘kawin’ dan saling mengerti. Bukankah di balik sampul buku nikah kita terdapat nashihat untuk kedua mempelai yang didahului dengan ayat alqur’an “wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf..” yang maksudnya ‘pergaulilah mereka (istri-istrimu) itu dengan baik (saling mengerti). ‘ma’ruf’ artinya bukan hanya baik, tetapi juga saling mengerti dan pengertian. Kita tidak akan menyerah pada hal yang paling dibenci Allah kan hanya karena karakter yang berbeda dengan pasangan kita?? Na’udzubillah min dzalik..
Suatu cerita ketika mereka berdua sedang terpisahkan karena mbah Mar ada tugas di luar. Percakapan mereka via sms
Mbah Mar : Mbok…
Mbok Yem : ya sayang…
(mbok Yem selalu sok romantis kepada suaminya yang bisa dibilang cuek bebek itu)
Mbah Mar : kok mbok nggak pernah memberi ucapan “selamat puasa pak..”, atau mengingatkan aku “udah shalat belum pak?”
Mbok yem : (menarik napas panjang) hemmm… sayang pengen kaya gitu to?
Mbah Mar : ya iya.. kan itu wujud perhatian istri kepada suami. Ya kan mbok?
Mbok Yem : iya mbah.. itu benar.. itu ndak salah. Tapi ini lho alasanku kenapa aku memilihmu menjadi imamku, kenapa aku mentap hidup bersamamu. Karena aku tahu dan yaqin, bahwa engkau mengerti syari’at dan tidak akan melupakannya. Apalagi shalat itu adalah ibadhah mahdhoh yang pastinya sudah melekat di hatimu.. aku yakin engkau tidak akan lupa atau menyengaja lupa agar diingatkan. Aku tahu itu mbah.. njenengan tidak perlu khawatir perhatianku akan berpaling. Seluruh perhatian lahir batinku hanya untukmu, hanya saja mungkin tidak semua harus ditampakkan. Ini caraku, mbah..
Mboh Mar : hm.. :’) (terharu)

Mbah MAR

Dia tak pernah berpenampilan syar’i (memakai sarung, baju muslim dan berpeci) sehari-harinya, tidak pernah. Hanya saat-saat tertentu saja. Ketika shalat saja dia seringnya ya pakai pakaian yang dikenakannya itu kalo memang masih bersih dan suci. Kaos pendek kemudian ditahan dengan sarung. Ya begitu itu dia. Tidak pernah aneh-aneh. Warna gelap kesukaannya. Hampir semua baju (baca:kaos) nya berwarna gelap, hitam. Bertumpuk-tumpuk pakaiannya, tapi aku hanya menemukan beberapa kemeja atau baju resmi, non-kaos. Selebihnya kaos semua, yang dia pakai juga itu ituuu saja.
Tapi dibalik itu semua, aku selalu melihat dia yang tidak pernah melalaikan syari’atnya, meskipun dia tidak pernah memperlihatkan ke-syar’i-annya. Ilmul hal (baca: Fiqh) bekal dari keluarga dan kiainya selalu dia terapkan dalam hari-harinya. Mulai dari thaharah (bersuci), ibadah juga mu’amalah. Dia tidak pernah melupakannya. Memang tidak dipungkiri manusia itu tidak sempurna, terkadang khilaf atau lupa, tapi dia tidak pernah melupakannya.
Sambil membayangkan gaya suamiku yang sedang jauh. Rindu.
Ramadhan 1435 H
***




















Sudah lelap wajah mungil di sampingku. Pandanganku menelusuri liku-liku wajahnya yang serupa dengan ayahnya. Menatapnya seakan aku melihat suamiku. Matanya, bibirnya semuanya! Aku rindu.
Juli 2015