Hidup itu selalu butuh guru. tanpa kita sadari, segala hal telah menjadi guru kita.. dunia, perjalanan dan hayalan, itu juga guru kita.
Aku punya banyak dunia di dunia ini. Dia, mereka, kamu dan kalian semua yang pernah hidup denganku. Aku banyak belajar di duniaku itu. Masing-masing punya pelajaran dan jenjang yang berbeda. Banyak hal yang berbeda.
Dari keluargaku, aku belajar banyak kebaikan.
Dari Yuyun Himatul Maulani (Uyunk), aku belajar ceria, energik dan professional dalam segala hal
Dari Mansata Indah Dwi utari (tary), aku belajar cerdas, keteguhan memegang prinsip dan keberanian
Dari Rizka Ayu Fadhillah (Rizkanyut), aku belajar terbuka dan berbagi serta disiplin dalam segala hal, terutama waktu
Dari Dwi Rangga Vischa Dewayanie (Vischa), aku belajar kerja keras dan ketekunan
Dari Ahmad Taufiq ma’mun (tofik), aku belajar ketenangan, kepedulian dan tanggungjawab
Dari Khoirul Mustangin (Irul), aku belajar setia kawan, selalu ada saat teman membutuhkan
Dari Inna Noor ‘Afiyah (Dk Inna) dan Heni Fitrotul Muna (Dk Heni), aku belajar menjadi seorang kakak yang baik untuk adeknya, dan tak pernah bisa ternyata. Kalian lebih gila bareng Mbak Nik. Hemmh..
Dari Zunul Hisyam (Mas hisyam) dan Syukran (Mas Syuk), aku belajar menjadi Adek yang baik, meskipun kami selalu membuat jengkel dan merepotkan mereka selama kuliah. Hehehehe trimakasih
Dari Ani Haryani (Ayu Ani), aku belajar peduli dan teratur.
Dari Yeni Fitriana (Dek Yeni), aku belajar keramahan, keteguhan hati dan Kesetiaan.
Dari Muhammad ‘Afif Sahri (Mas Damar), aku belajar mengerti, kedamaian, keikhlasan, keceriaan, kegilaan, juga kekuatan serta berkarya dan bermain peran.
Dan dari mereka semua, aku belajar sebuah keluarga, kasih sayang, cinta dan perhatian, juga kegilaan.
Duniaku sungguh indah karna ada mereka. Masih banyak dunia-dunia lain yang menjadi guru dalam hidupku yang belum sempat aku tulis..
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Agustus 2013
Rabu, 31 Oktober 2012
Aku datang, Yem..
Alam raya pun semua tersenyum
menunjuk dan menyapa hadirnya
terpukau aku menatap wajahnya
aku merasa mengenal dia
tapi ada entah di mana
hanya hatiku mampu menjawabnya
kaget bukan kepalang..!
sumpah aku kaget. tak menyangka dan tak menduga. Ini sangat berbeda dengan imajinasiku sebelum-sebelumnya. Lebih indah..
Dua hari yang lalu aku kembali ke Jogja, kota yang sangat indah dan ramah di hatiku. kota yang mengajakku menciptakan imajinasi-imajinasi hebat untuk hariku. Kota yang masih tetap berhati nyaman meski goncangan modernisasi dunia telah mewabah. Malam itu aku datang (29/10) langsung membuka ponsel, 10 pesan masuk. Dengan badan menggigil karena kehujanan sepanjang perjalanan Blora-Jogja, jari-jariku dengan gemetar mulai membuka pesan-pesan itu. kulihat beberapa nama pengirim, ku pilih yang paling membuatku senyum.. hehe.. meskipun tempatnya bukan paling atas. isinya begini "Jogja mendung, atau hujan?".. hemmmh aku aja baru nyampe Jogja, sms-nya sudah 3 jam yang lalu. ku jawab apa adanya, "mboten, tapi kayaknya hbiz hujan. Ad' bru nympe Jogja". "oh ya" jawabnya singkat. memang dia tak pernah suka basa basi, selalu apa adanya. Tak pernah mencoba menutupi hal yang kira2 membuatku tersinggung dengan kata2 yang halus. Pernah suatu ketika saat aku mencubit pinggulnya, dia biasa aja, tak berreaksi apa2, kemudian ku tanya "kok Mz gk geli??", ringan banget jawabnya "Lha Ad' elek og.." gubrak..! haduh ini orang gak ada romantis-romantisnya.. hemmfhh
karna di mitos Jawa bahwa orang yang suka geli bila digelitik'in, itu tandanya pasangannya nanti cantik atau cakep. pun sebaliknya.. huft.. Apa adanya banget jawabannya :(, tapi aku tetep suka.. ^.^
Hari pertama di Jogja, aku sibukkan diriku dengan kegiatan rutinku di hari selasa. Sebuah tugas mulia, Guru. hehe.. Pengirim pesan semalam, mengirim pesan lagi dan seperti biasa, jutek. ahh masa bodoh.. sudah biasa pikirku.
Malam kedua kuhabiskan dengan mengerjakan sesuatu yang selalu tertunda, REVISI SKRIPSI. duh deadline sudah di depan mata. sebenarnya aku sudah terlelap lebih sore, tapi tengah malam aku bangun dan mencoba mengerjakan tugasku itu sampai shubuh. Kemudian tidur lagi sampai jam 6, hehe karena lagi gak mau sholat.. ^.^
Bangun jam 6 langsung kupegang Laptop lagi yang masih menyala sedari malam tadi, mulai kerja lagiiiiii..
huft.. panas banget pagi ini. mau minum air galon habis. Aku meminta teman kost untuk pesen galon lewat sms. Baru saja sms terkirim, ada suara dari depan "Assalaamu'alaikum..", sepertinya seorang tamu laki2 dari suaranya. seorang teman memanggilku, "nik, ada orang tuh", hemmm.. apa mungkin tukang galon? cepet sekali pikirku. dengan rasa penasaran aku pun keluar dan melihat orang yang ada di depan rumah.
ngeek......... suara pintu kostku,
Ku lihat dengan seksama orang yang sedang berada di depanku, wajah yang tak asing dengan masih mengenakan helm. MasyaAllah..! Kaget bukan main, kulihat wajah berkacamata itu.. langsung terlontar dari mulutku karna kaget, "Mz..." ya Allah.. yang datang tamu tak diundang, namun selalu dinanti oleh hati.. hehehe bisa dibayangkan perasaanku saat itu.. he
SURPRIIIIISE...!!
hehe.. ternyata tadi sudah kirim pesan, tapi HP ku mati. hemm kalo gak mati, gak jadi surprisse lah.. hehe trimakasih..:)
banyak cerita, banyak tawa, banyak tanya, diskusi dan berdialektika.
tak ada alasan untuk tidak tertawa jika sedang bersama..
Lebih ceria, lebih terbuka, lebih baik dan lebih dialektis dari sebelumnya.
trimakasih Yem, sahabat juga kekasihku.
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Senin, 17 September 2012
Menulis; untuk siapa??
"aku mau belajar menulis, karna ku tau kau seorang penulis!"
apa benar karna ini?
Tak tau karena apa dan siapa. Dulu aku tak begitu suka ketika diberi tugas menulis atau mengarang oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sudah lama aku belajar untuk bisa menulis, tapi entah apa yang aku tulis beberapa waktu yang lalu. Tiba-tiba aku jadi seolah seorang pujangga yang menciptakan kata-kata indah dan romantic.. karena siapa aku bisa ciptakan itu? Karena siapa?
Tapi aku masih egois, aku hanya bisa menulis sesuatu untuk diriku sendiri, untuk orang lain, aq belum bisa. Aku menulis hanya untuk ungkapan hatiku. Ketika aku merasa resah atau senang, sakit atau behagia, nah!! Saat itulah naluriku berubah menjadi naluri seorang pujangga.
Inginku ini tiba-tiba saja timbul. Apa mungkin karena dia seorang penulis??? Apa mungkin itu alasan yang tepat untuk ku?
Aku mengagumi seseorang dari dan karena tulisannya. Mungkin mulai dari itu, aku selalu berusaha untuk bisa menulis seperti seseorang itu. Entah ada angin apa tiba-tiba aku tersihir untuk punya keinginan bisa menulis. Tapi sudah kubuktikan, ketika hati sedang galau dan kita tidak memiliki tempat beradu yang kita percaya, maka tulisanlah solusinya. Apalagi untuk tipe orang introfet seperti aku ini.
Tetap saja tulisanku tak ada maknanya di mata orang lain, karena hanya aku yang bisa memaknainya. Sekali lagi, aku belum bisa menulis untuk kebaikan orang lain, masih untuk kubaca dan kumaknai sendiri.
Terkadang aku tersiksa dengan rasa iri dan minder ketika seseorang yang saat ini ada di hatiku adalah seorang yang sangat gemar menulis, tulisan-tulisannya indah dan bermakna. Dia selalu menciptakan dan merangkai kata-kata ungkapan hatinya. Tapi tak tau, tak pernah ada yang dia persembahkan untukku. Padahal hampir semua tulisanku di sini karena dia. Mungkin rangkaian kataku terlalu jelek dan tak bisa difahaminya sehingga dia tak merasa. Atau memang tidak dirasa??
Aku ingin mengimbanginya, aku mulai suka menulis, entah apapun itu. Tapi tak pernah bisa indah seperti dia. Selalu kupaksakan diriku untuk belajar, tapi ternyata menulis bukan kerjaan yang harus dipaksa. Menulis perlu keikhlasan dan kelapangan hati, itu yang aku fahami. Aku ingin belajar lagi, bukan untuk menyeimbanginya, untuk diriku.
Perbedaan tak untuk diseragamkan bukan?? Tapi diselaraskan. Seharusnya aku tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seperti yang dia suka. Aku hanya perlu menyelaraskan apa yang aku bisa dengannya.
(Kota berhati nyaman, 14-15 November 2011)
Jadi diri sendiri itu lebih nyaman.
apa benar karna ini?
Tak tau karena apa dan siapa. Dulu aku tak begitu suka ketika diberi tugas menulis atau mengarang oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sudah lama aku belajar untuk bisa menulis, tapi entah apa yang aku tulis beberapa waktu yang lalu. Tiba-tiba aku jadi seolah seorang pujangga yang menciptakan kata-kata indah dan romantic.. karena siapa aku bisa ciptakan itu? Karena siapa?
Tapi aku masih egois, aku hanya bisa menulis sesuatu untuk diriku sendiri, untuk orang lain, aq belum bisa. Aku menulis hanya untuk ungkapan hatiku. Ketika aku merasa resah atau senang, sakit atau behagia, nah!! Saat itulah naluriku berubah menjadi naluri seorang pujangga.
Inginku ini tiba-tiba saja timbul. Apa mungkin karena dia seorang penulis??? Apa mungkin itu alasan yang tepat untuk ku?
Aku mengagumi seseorang dari dan karena tulisannya. Mungkin mulai dari itu, aku selalu berusaha untuk bisa menulis seperti seseorang itu. Entah ada angin apa tiba-tiba aku tersihir untuk punya keinginan bisa menulis. Tapi sudah kubuktikan, ketika hati sedang galau dan kita tidak memiliki tempat beradu yang kita percaya, maka tulisanlah solusinya. Apalagi untuk tipe orang introfet seperti aku ini.
Tetap saja tulisanku tak ada maknanya di mata orang lain, karena hanya aku yang bisa memaknainya. Sekali lagi, aku belum bisa menulis untuk kebaikan orang lain, masih untuk kubaca dan kumaknai sendiri.
Terkadang aku tersiksa dengan rasa iri dan minder ketika seseorang yang saat ini ada di hatiku adalah seorang yang sangat gemar menulis, tulisan-tulisannya indah dan bermakna. Dia selalu menciptakan dan merangkai kata-kata ungkapan hatinya. Tapi tak tau, tak pernah ada yang dia persembahkan untukku. Padahal hampir semua tulisanku di sini karena dia. Mungkin rangkaian kataku terlalu jelek dan tak bisa difahaminya sehingga dia tak merasa. Atau memang tidak dirasa??
Aku ingin mengimbanginya, aku mulai suka menulis, entah apapun itu. Tapi tak pernah bisa indah seperti dia. Selalu kupaksakan diriku untuk belajar, tapi ternyata menulis bukan kerjaan yang harus dipaksa. Menulis perlu keikhlasan dan kelapangan hati, itu yang aku fahami. Aku ingin belajar lagi, bukan untuk menyeimbanginya, untuk diriku.
Perbedaan tak untuk diseragamkan bukan?? Tapi diselaraskan. Seharusnya aku tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seperti yang dia suka. Aku hanya perlu menyelaraskan apa yang aku bisa dengannya.
(Kota berhati nyaman, 14-15 November 2011)
Jadi diri sendiri itu lebih nyaman.
Rabu, 21 Maret 2012
Merangkai Huruf
Selamat pagi, pagiku yang selalu indah seperti sebelumnya..
Pagi ini, aku berjalan melewati tempat yang sudah tidak asing bagiku, bertemu dengan seorang teman yang beberapa waktu lalu baru kukenal, wajah yang ramah itu masih tersimpan di benakku, dia berdiri dari duduknya, berjalan mendekatiku seraya tersenyum. Sepertinya dia memang sedang menunggu kedatanganku, padahal aku tak pernah punya janji untuk bertemu dengannya hari ini. Dia menyapaku dengan salam, akupun membalasnya. Sepertinya dia sedang buru-buru hendak pergi. Tanpa basa basi dia menyodorkan padaku lima kertas berukuran kartu remi. Masing-masing bertuliskan satu huruf. dia memintaku menyusun kelima huruf tadi menjadi sebuah kata yang bermakna. Setelah itu dia pergi begitu saja dan berjanji akan menemuiku beberapa hari lagi di tempat yang sama. Sambil menorehkan senyum di bibirnya, ia berjalan menjauhiku.
Aku masih tetap memperhatikan temanku tadi hingga dia berlalu dari pandanganku. Aku masih bingung dengan kertas ini. apa maksudnya dengan memberi kertas ini?? ah sudah lah.. mungkin dia ingin bermain-main saja. Akh!!! Aku baru ingat, dia pernah berkata akan memberiku tebakan yang menantang di awal perkenalan kami.. dan ini mungkin yang ia maksud. Oke! Sambil berjalan ku buka masing-masing kertas itu, pada kertas pertama tertuliskan huruf M, kedua huruf R, ketiga huruf A, keempat huruf D dan terakhir huruf A lagi. Kemudian kumasukkan kertas-kertas tersebut ke dalam tas dan melanjutkan perjalananku.
petangku..
Aku teringat temanku pagi tadi. Kubuka tas dan kukeluarkan kertas-kertas pemberiannya. Diam sambil berfikir kutata kertas itu di atas meja belajarku. Kuputar-putar posisi kertas satu dengan yang lainnya. Aku masih ingat kata-katanya. “menjadi kata yang bermakna!” . itu kata kuncinya.. aku terus berfikir dan mencoba menelisik. Sambil membuka kamus bahasa Indonesia aku tetap mencari kata yang tepat dan bermakna. Hmm.. cukup menantang. Dan akupun hanyut dalam keseriusan mencari kata yang ia maksud.
Setelah beberapa lama mencari, yah!! aku dapatkan satu kata!
DRAMA, bermakna sebuah wadah untuk bermain peran dan berekspresi. Belajar memahami posisi seseorang yang menjadi perannya. Mencoba meninggalkan keegoan diri dengan menjadi orang lain dalam sebuah sandiwara. Akan banyak pengalaman dan pelajaran.
Ahh.. benar. Ini mungkin yang dimaksud temanku itu.
Tapi aku masih yaqin ada kata lain yang bermakna yang akan tercipta dari kelima huruf tersebut. Kucoba lagi merenung dan berfikir sambil sesekali membuka kembali kamus bahasa Indonesia di depanku. Kubolak balik lembar demi lembar, tak kutemukan juga. Huft..
Yak!! Satu lagi kudapatkan
DARMA, sebuah makna pengabdian dan pemberian secara ikhlas. Mengajarkan pada kita untuk selalu ridlo dalam melakukan atau memberikan sesuatu. Dan semua akan ada buahnya, katanya man manna min mannin munna min mannihi.
Uhuuuy.. aku berhasil dapat dua kata, teman.. maknanya bagus semua. Hmm.. sambil tersenyum ku tumpuk lagi kertas-kertas itu. Tapi kemudian kuhentikan. Aku semakin penasaran dengan huruf-huruf ini. aku yaqin masih ada kata lagi yang bermakna dari susunan huruf-huruf ini.
Kuputar kembali posisi kertas itu. Tak dapat juga kata yang bagus..
nah!!! Dapat! DAMAR! Bagus sekali… tapi apa artinya?? Kucoba membuka kamus bahasa Indonesia. Kata itu berada tepat di bawah kata DAMAI..
DAMAR, Sebuah kata klasik yang banyak maknanya. Kuambil makna yang paling pas dan sering digunakan. Merupakan sebutan untuk lampu yang mampu menyinari. Saat malam gelap, saat bulan tiada tampak untuk memberi cahaya, dia pengganti bulan itu, untuk menyinari jalan dalam gulita.
Cihuyy..!! aku dapat lagi! Wah.. 5 huruf ini menjadi tiga kata yang begitu bermakna.. indah semuanya. Trimakasih teman, kau membuatku berfikir tentang hidup ini. hanya karena lima huruf.
‘Hidup kita bagaikan sebuah drama. Di dalamnya kita adalah seorang actor yang harus berperan dan beradegan sesuai dengan scenario yang sudah ditetapkanNya. Dalam sandiwara drama ini, ada beberapa setting waktu, terang hari dan Petang hari.. kala terang hari, kita bisa berjalan sendiri tanpa harus ada yang menuntun kita. Tapi di kala petang hari, ketika akan melanjutkan perjalanan, kita tak akan mampu melihat jalan di depan mata. Sehingga kita butuh damar dariNya untuk menerangi jalan kita yang masih gelap. Pada saat itu pula kita tak mungkin bisa berjalan sendiri. Kita butuh orang lain, kita harus saling berdampingan dan mampu mendarma satu sama lain. Dengan begitu, hidup kita akan terasa indah.. Jalan kita menjadi terang. Benar kata orang-orang suci, bahwa memberi itu terangkan hati, dengan kata lain “mendarma itu damarkan hati”. Dan peran kita dalam drama ini pun akan sempurna..
>>Yogyakarta, 18 Maret 2012, 0:01 WIB
(terinspirasi dari nama laqob seseorang_seorang laki-laki yang sangat aku hormati dan aku cintai setelah Nabi, Keluarga dan guruku. Semoga bermanfaat! Hahahahaha.. Tapi tak bisa indah seperti karyanya. Ssstttt… Aku hanya belajar diam-diam darinya.. trimakasih Mz)
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Senin, 12 Maret 2012
Rasa..
Mata memandang lekat wajah wibawa di hadapanku
laki-laki separuh tua yang sangat kukagumi
keras, tapi tak kaku
ia sedang duduk menghibur diri
Di tengah kemelut kebutuhan keluarga yang semakin menjadi
Di tengah ribuan beban yang harus dipikulnya
Anak-anak, keluarga dan masyarakatnya
Rambut yang sudah mulai beruban termakan usia
Tak membuatnya goyah untuk mencapai sesuatu yang selama ini menjadi angan
Dengan langkah sederhana dan apa adanya, ia berjalan.
Duduk di hadapan sebuah organ tua yang tampak lusuh karna debu, sering dilakukannya ketika hati dan fikiran berada pada titik jenuh.
Bak mesin yang terlalu lama digunakan, hati dan fikiran pun butuh kesegaran sejenak
Memainkan jari-jarinya di atas alat tua itu..
Ia tak kenal irama nada do re mi, tak pernah kenal notasi suara sama sekali, bahkan birama dan tangga nada pun tak perah ia pelajari
tapi irama yang terdengar dari tekanan jari-jarinya sungguh indah.. membentuk nada sebuah lagu
pernah kutanya bagaimana dia bisa melakukannya, “cuma mengandalkan rasa..” jawabnya..
di balik watak kerasnya, ia punya kekuatan rasa yang begitu besar..:’)
Rabu, 08 Februari 2012
Apa Komentarmu untuk ‘Hari ibu’?
Oleh: Siti Khoiru Ni’mah
Apa yang ada di fikiran kita ketika mendengar frasa tersebut? Perempuan? Kaum yang tak pernah habis untuk dibicarakan sepanjang zaman. Baik tentang kiprahnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, agama, hukum bahkan kriminal.
Ketika kita tengok sejenak ke sejarah, bagaimana hari ibu ini bisa dirintis yang kemudian selalu diperingati setiap tahunnya. Berawal dari adanya pertemuan perempuan Indonesia yang diadakan oleh para pejuang wanita Indonesia pada tanggal 22-25 Desember 1928. Hasil dari kongres tersebut adalah membentuk kongres Perempuan Indonesia yang dikenal dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi perempuan di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1912 yang dirintis olah para pejuang perempuan seperti: Tjut Nyak Dien, Crhistina Martha Tiahahu, RA. Kartini dsb. akan tetapi penetapan perayaan hari ibu pada tanggal 22 Desember baru disahkan pada kongres Wanita Indonesia yang ke3 pada tahun 1938.
Ibu, sosok yang sekaligus bertugas sebagai seorang istri di rumah, seorang karyawati di sebuah perusahaan, seorang tokoh dalam masyarakat dsb. adanya system masyarakat yang hierarki yang terkadang menyebabkan perempuan tak memiliki banyak ruang untuk mengembangkan potensinya. Masyarakat kita masih menganggap bahwa wanita adalah makhluk yang “kurang” dibandingkan dengan laki-laki. Secara fisik, mayoritas wanita lebih lemah dari pada laki-laki , akan tetapi bukan berarti hal tersebut dijadikan acuan atau tolok ukur untuk memberi sikap kepada wanita dalam masyarakat. Secara perlindungan, jelas wanita lebih perlu karena adanya kelemahan tersebut. Tetapi tidak sedikit dalam beberapa bidang, wanita sering dibatasi geraknya. Misalnya saja dalam sebuah kepanitiaan, bisa dipastikan bahwa mayoritas yang bertugas sebagai sie konsumsi atau bendahara adalah perempuan. Sebenarnya ini masalah sepele, akan tetapi sudah cukup mewakili bahwa masyarakat kita masih menganggap bahwa perempuan itu identik dengan pekerjaan domestik. Dari sini kemudian muncul dua pertanyaan. Yang pertama, apakah dianggap perempuan tak memiliki potensi untuk bidang yang lain? (penindasan terhadap perempuan). Kedua, apakah dianggap bahwa laki-laki tidak memiliki potensi yang mumpuni dalam bidang ini? (Penindasan terhadap laki-laki).
Bentuk-bentuk penindasan terhadap perempuan sering kita ketahui, baik berupa kekarasan fisik atau nonfisik. Yang mayoritas pelakunya adalah kaum laki-laki. Akan tetapi, terkadang hal ini bukan menjadi sebuah problem bagi kaum perempuan itu sendiri, lantaran mereka sudah merasa terbiasa dengan perlakuan kaum laki-laki yang sebenarnya itu adalah penindasan. Hal ini yang kemudian menjadi dampak ketimpangan dan ketidakadilan gender yang asal mulanya dari konstruk masyarakat yang nanti kembalinya pada system hierarki yang ada di dalamnya.
Hal ini menjadi PR bagi kita semua untuk menanamkan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang “sama”. Kita mulai dari diri kita sendiri. Perempuan menginginkan kesetaraan bukan berarti perempuan ingin lebih unggul dari pada laki-laki. Pernyataan bahwa perempuan dan laki-laki tak akan pernah bisa disamakan adalah benar. Karena dari penciptaannya, perempuan dan laki-laki memang dibedakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Bukan untuk menindas satu sama lain.
Menurut saya, hari ibu bukan hanya untuk seorang wanita yang “status” nya sebagai ibu, akan tetapi untuk siapa saja yang memiliki jiwa tulus cinta seperti ibu.
Sebagai simbol, sudahkah kita memberi ucapan selamat kepada ‘ibu’ kita?
Sekian..
Salam hangat hari ibu..
-------------
Beberapa komentar sahabat tentang hari ibu
* Q jadi kangen karo ibu. Ibu adalah orang terbaik dalam hidupku dan ibu sangat sayang padaku. (085743642xxx)
* Ibuku yang terbaik. (081903740xxx)
* Ibu… Mendem jero junjung duwur. (085743731xxx)
* Wah bingung mw jawab apa e ndo. Hehe..
Cma mz ngrasa seneng aja dg hari ibu. Cz di hri ini hubungan antara Q ma ibu jga lebih harmonis. Walaupun hanya lewat ucpan dan candaan. (081915032xxx)
* Tuk hari ibu_ kita doakan ibu. (085232255xxx)
*_hari ibu_ aq memenggil beliau mamak…beliau, tdk bisa membaca dan menulis. Tdk bsa memakai brg2 modern di abad ini. Tdk mengerti bahasa selain jawa. Beliau selalu bertanya saat menonton TV.beliau selalu dan selalu memberikan yang terbaik untuk anak2nya dan suaminya. Beliau sering berjalan tanpa alas dan terkena duri dan tak adakeluh yang keluar dari bibirnya. Selalu menahan sakit gigi dan sakit yang ada di tubuhnya. Beliau selalu memakan makanan sisa di dapur. Beliau mengajarkan prihatin dan setia terhadap suami. Beliau melahirkan, menyusui dan membesarkanku tanpameminta pamrih. Itu mamakqu… aq sayang orang tuaku, “bapak dan mamak, aq bangga jadi anakmu”. (085743737xxx)
=> disampaikan pada diskusi lepas pada peringatan Hari ibu 22 desember 2011 oleh Lingkar Permata PMII FTK UIN Suka Jogja
Apa yang ada di fikiran kita ketika mendengar frasa tersebut? Perempuan? Kaum yang tak pernah habis untuk dibicarakan sepanjang zaman. Baik tentang kiprahnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, agama, hukum bahkan kriminal.
Ketika kita tengok sejenak ke sejarah, bagaimana hari ibu ini bisa dirintis yang kemudian selalu diperingati setiap tahunnya. Berawal dari adanya pertemuan perempuan Indonesia yang diadakan oleh para pejuang wanita Indonesia pada tanggal 22-25 Desember 1928. Hasil dari kongres tersebut adalah membentuk kongres Perempuan Indonesia yang dikenal dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi perempuan di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1912 yang dirintis olah para pejuang perempuan seperti: Tjut Nyak Dien, Crhistina Martha Tiahahu, RA. Kartini dsb. akan tetapi penetapan perayaan hari ibu pada tanggal 22 Desember baru disahkan pada kongres Wanita Indonesia yang ke3 pada tahun 1938.
Ibu, sosok yang sekaligus bertugas sebagai seorang istri di rumah, seorang karyawati di sebuah perusahaan, seorang tokoh dalam masyarakat dsb. adanya system masyarakat yang hierarki yang terkadang menyebabkan perempuan tak memiliki banyak ruang untuk mengembangkan potensinya. Masyarakat kita masih menganggap bahwa wanita adalah makhluk yang “kurang” dibandingkan dengan laki-laki. Secara fisik, mayoritas wanita lebih lemah dari pada laki-laki , akan tetapi bukan berarti hal tersebut dijadikan acuan atau tolok ukur untuk memberi sikap kepada wanita dalam masyarakat. Secara perlindungan, jelas wanita lebih perlu karena adanya kelemahan tersebut. Tetapi tidak sedikit dalam beberapa bidang, wanita sering dibatasi geraknya. Misalnya saja dalam sebuah kepanitiaan, bisa dipastikan bahwa mayoritas yang bertugas sebagai sie konsumsi atau bendahara adalah perempuan. Sebenarnya ini masalah sepele, akan tetapi sudah cukup mewakili bahwa masyarakat kita masih menganggap bahwa perempuan itu identik dengan pekerjaan domestik. Dari sini kemudian muncul dua pertanyaan. Yang pertama, apakah dianggap perempuan tak memiliki potensi untuk bidang yang lain? (penindasan terhadap perempuan). Kedua, apakah dianggap bahwa laki-laki tidak memiliki potensi yang mumpuni dalam bidang ini? (Penindasan terhadap laki-laki).
Bentuk-bentuk penindasan terhadap perempuan sering kita ketahui, baik berupa kekarasan fisik atau nonfisik. Yang mayoritas pelakunya adalah kaum laki-laki. Akan tetapi, terkadang hal ini bukan menjadi sebuah problem bagi kaum perempuan itu sendiri, lantaran mereka sudah merasa terbiasa dengan perlakuan kaum laki-laki yang sebenarnya itu adalah penindasan. Hal ini yang kemudian menjadi dampak ketimpangan dan ketidakadilan gender yang asal mulanya dari konstruk masyarakat yang nanti kembalinya pada system hierarki yang ada di dalamnya.
Hal ini menjadi PR bagi kita semua untuk menanamkan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang “sama”. Kita mulai dari diri kita sendiri. Perempuan menginginkan kesetaraan bukan berarti perempuan ingin lebih unggul dari pada laki-laki. Pernyataan bahwa perempuan dan laki-laki tak akan pernah bisa disamakan adalah benar. Karena dari penciptaannya, perempuan dan laki-laki memang dibedakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Bukan untuk menindas satu sama lain.
Menurut saya, hari ibu bukan hanya untuk seorang wanita yang “status” nya sebagai ibu, akan tetapi untuk siapa saja yang memiliki jiwa tulus cinta seperti ibu.
Sebagai simbol, sudahkah kita memberi ucapan selamat kepada ‘ibu’ kita?
Sekian..
Salam hangat hari ibu..
-------------
Beberapa komentar sahabat tentang hari ibu
* Q jadi kangen karo ibu. Ibu adalah orang terbaik dalam hidupku dan ibu sangat sayang padaku. (085743642xxx)
* Ibuku yang terbaik. (081903740xxx)
* Ibu… Mendem jero junjung duwur. (085743731xxx)
* Wah bingung mw jawab apa e ndo. Hehe..
Cma mz ngrasa seneng aja dg hari ibu. Cz di hri ini hubungan antara Q ma ibu jga lebih harmonis. Walaupun hanya lewat ucpan dan candaan. (081915032xxx)
* Tuk hari ibu_ kita doakan ibu. (085232255xxx)
*_hari ibu_ aq memenggil beliau mamak…beliau, tdk bisa membaca dan menulis. Tdk bsa memakai brg2 modern di abad ini. Tdk mengerti bahasa selain jawa. Beliau selalu bertanya saat menonton TV.beliau selalu dan selalu memberikan yang terbaik untuk anak2nya dan suaminya. Beliau sering berjalan tanpa alas dan terkena duri dan tak adakeluh yang keluar dari bibirnya. Selalu menahan sakit gigi dan sakit yang ada di tubuhnya. Beliau selalu memakan makanan sisa di dapur. Beliau mengajarkan prihatin dan setia terhadap suami. Beliau melahirkan, menyusui dan membesarkanku tanpameminta pamrih. Itu mamakqu… aq sayang orang tuaku, “bapak dan mamak, aq bangga jadi anakmu”. (085743737xxx)
=> disampaikan pada diskusi lepas pada peringatan Hari ibu 22 desember 2011 oleh Lingkar Permata PMII FTK UIN Suka Jogja
Jumat, 19 Agustus 2011
Catatan Ramadhan di negeri orang.. hee
Selasa, 02 Agustus 2011
Ramadhan_ hadza Syahriy..

bulan ini..
kembali ingatkan qu...
di bulan ini, DIA memberiku rahmat yang bgtu indah
di bulan ini, Dia mmberiqu hidup baru...
aku masih ingat betul..
tangisku setahun yang lalu karna suatu pengharapan...
di bulan ini, DIA menjawab semua pertanyaanqu
setahun yang lalu...
di bulan ini...
ya! di bulan ini.
entah awal entah akhir
bulan ini, kali ini..
tangisku kembali mengalir...
lagi-lagi karena suatu pengharapan
tapi pengharapan yang beda dari sebelumnya..
tuhan...
tolong jawab semua pertanyaan hamba untuk bulan ini..
untuk bulan ini..
untuk bulan ini..
karna ini bulanku..
hadza SYAHRIY..
Kita pernah saling bicara untuk belajar dan berjalan bersama, meski jauh jarak di antara kita. Karna ada kepercayaan dan keyaqinan.
Langkahmu terlampau cepat sayang.... sehingga aku harus berlari untuk bisa menggapaimu kambali. Andai suara hati bisa terdengar oleh telinga telanjang manusia, pasti kau akan mendengar jeritanku, teriakanku memanggil-manggil namamu. Tapi kau tak pernah menoleh sedikitpun kepadaku, untuk sekedar melihat apakah aku masih tetap berjalan ataukah aku telah jatuh tersungkur di tengah jalan karna lelah mengejarmu..
Berhentilah sebentar sayang... tunggu sejenak aku di situ..
(Wonosari, 120811)
Ramadlan tahun lalu, aku menang..
kali ini, tepat tanggal yang sama..
aku merasa kalah..
bukan apa2.
bukan karna ambisi.
aku hanya sesalkan diriku...
bodoh kau!!!
bodoh!!!
bodoh!!!
kau tak tau diri nduk!
ngaca!!!
kau tak pernah kenali siapa dirimu sendiri
apalagi orang lain!!!
dan semua telah nyata adanya
aku jatuh..
tersungkur..
(24 Ramadhan 1432 H)
Minggu, 29 Mei 2011
Memoriam
17 Juni 2011. Suasana ini kembali kujumpai. berderet baris stand di depan poloklinik kampusku. banyak sekali orang asing berlalu lalang. Suasana setahun yang lalu, yang telah menggoreskan cerita dalam diaryku. Aku ingat saudaraku yang kutemukan saat itu. Ternyata baru setahun aku temukan dia, seakan telah berabad-abad aku mengenalnya. Merasa dekat sekali dengannya.
Apa kabar dia di sana?
Suasana setahun yang lalu, masih melekat dalam memoryku. Jelas sekali. Seandainya aku diminta untuk menceritakannya, aku sanggup bercerita sampai detail. Semua masih tersimpan di kepalaku. Hingga saat ini, perjalanku setahun bersama cerita sambungan pertemuan itu.
Banyak yang kulewati setelah suasana itu, aku ikuti semua sekenarioNya. Skenario yang begitu menantangku untuk selalu menggandeng yang bernama sabar, tegar, ikhlas dan kuat. Mereka semua menemaniku selama perjalanan ini. Tapi terkadang, beberapa dari mereka enggan mendekatiku, karna egoku. Dan akibatnya aku tak punya teman.
cerita lanjutan pertemuan denganmu, saudaraku.. begitu indah.
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Minggu, 02 Januari 2011
aku
Aku ingin menulis
Hari ini
Aku ingin ungkapkan sesuatu
Saat ini
Aku ingin menulis.
Aku tak akan memperindah kata2
Aku hanya ingin nyatakan cinta dan kebenaran.
Adakah yang lebih indah dari cinta dan kebenaran??
Sehingga memerlukan kata-kata yang indah?
kaliopak, 1 jan 2011)
Hidup itu aneh
Tak bisa ditebak kelakuannya
Kadang dia ingin begini, kadang begitu
Tanpa ada janji sebelumnya.
Hidup itu aneh
Tak bisa disangka kejadiannya
Kadang bersikap baik, kadang jahat
Tanpa alasan sebelumnya.
Hidup itu aneh
Tak bisa diajak kompromi
Kadang ingin di sini lama,
kadang ingin cepat pergi dari sini
aneh… tanpa rencana
sulit memahami hidup ini,
hidupku sendiri pun sulit kupahami
aku lelah…
aku inginkan istirahat,,
aku inginkan kedamaian..
aku inginkan hidup yang damai…
sepi, 5 jan 2011)
Wajah polos nan lugu yang terpancar
Diam dan penuh rahasia yang terpendam
Tak mampu memberikan jawaban
Ternyata menyimpan sejuta misteri
Yang tak mampu ditangkap oleh hati yang tak jeli
Ku kira
Perisai yang kuat telah bertandang di sana
‘tuk menangkis setiap goda
Iman yang kusangka kokoh selama ini
Ternyata hanya sebagai baju luar saja
Tak bermakna apa
Akhlaq yang terpancar silau sinarnya
Seakan hanya hiasan belaka
Semua telah nyata adanya
Aku telah kalah dari dunia
(jogja, 26 jan 11_3:03 am)
Aku butuh kekuatan untuk bangkit kembali
Aku perlu tenaga untuk pulih lagi
Bantu aku kembalikan kekuatanku
Bantu aku cari kembali kepercayaanku pada diri..
-------
Tak pernah meskipun sejenak.
Tak pernah jeda walaupun sekejab
Ingatanku..
Anganku…
Hatiku…
Tetap saja pada hati itu..
Pemandangan indah nan ramai di kota ini tak mampu alihkan perhatianku darinya..
Selamat malam kota pahlawan…
Hiburlah hatiku dengan keindahanmu..
Agar aku lupa akan semua beban.
Aku ingin istirahatsejenak dari beban itu
(Surabaya, 29 jan 2011, 17:37)
Di sini.
Aku terpuruk..
Aku teringat akan dosa-dosaku
Batinku tersiksa karena dosa,,
karna besarnya..
maafkan hamba, Tuhan…
(jombang, 29 jan 2011, 21;30)
Semua tentangmu
Tentangku..
Hanya harap jauh
Ku Jauh mimpiku
Dari inginku…
Lelah tetap ku mencari hati
Untukku berbagi
Menemani langkahku
Walau tak berarti…
Dan bila semua tercipta
Tanpa harus ku merasakan cinta yang tersisa
Hampa hidup terasa…
Pernahku lihat bintang
Bersinar putih penuh harapan
Tangan halusnya terbuka
Coba dekati temani aku
Selalu terangi gelap malamku
Rasakan semua bintang
Memanggil tawamu terbang ke awan
Tinggalkan semua
Hanya aku dan bintang..
(Peterpan_jombang, 290111)
Ketika semua mata terlelap dan hening mulai merangsang..
Aku tetap terjaga
Karna ketenangan yang tak kunjung datang..
Ku menunggumu…
Ku menantimu..
Ku merindumu..
Wahai ketenangan..
Wahai kedamaian…
(22;36)
Ketika kutatap satu per satu mata-mata yang telah lelap itu,
Aku sadar…
Kenapa hanya diriku yang tak bisa turut..
Aku coba tuk menikmati kesendirianku malam ini
Tanpa ada mata yang menemaniku
Semua masih terlihat jelas di mataku..
Tentang semua..
Tentang segala..
Tentang aku..
Tentang kamu..
Tentang kita..
(22:41)
(Jombang, 29 jan 2011)
gelap..
sepi..
sunyi..
senyap..
aaaaaaaaaaaaahhhhhcccc!!!
aku takut di sini,,,
jangan aku kau tinggalkan
Jumat, 08 Oktober 2010
Coretan Sahabat
Haru....
berawal dari suatu kejadian_salah faham.. hm
KALAU BUKAN KARNA CINTA, PENAKU TAK AKAN BERGETAR,,
26 Agus ‘10
Salam setumpuk maaf untukmu sahabatku,
Hari ini, aku bertingkah seperti kelakuanku tiap hari. Aku tahu itu buruk. Tapi aku tak pernah berfikir kalau akibat ulahku itu akan buruk juga. Memang sudah menjadi takdir bagi penyesalan untuk selalu datang saat semua telah berlalu. Kini aku tahu telah salah besar. Kekhawatiranmu telah menunjukkan betapa besar rasa sayangmu. Tapi aku telah menyakitimu dan mengecewakanmu. Aku tak punya kata lagi untuk menjelaskan bahwa tak ada maksud untuk itu semua, karena aku tahu hal ini sudah cukup membuatmu tak kan percaya lagi padaku. Alah mboh, aku wes ra iso ngomong ki, aku benar2 ngrasa bersalah. Mulai hari ini aku berjanji tak akan membuatmu khawatir lagi dengan kebohongan-kebohonganku. Aku akan memperbaiki semua sikapku. Pokoke ngapurane sing okeh bgt. Aku n yuyun dengan segala kerendahan hati dan keburukan sifat serta sikap yang kita miliki, mohon maaf kanlah semuanya sahabat……
Nik, selama ini aku telah menyembunyikan sesuatu darimu. Bagiku ini hal yang gak penting,pikirku begitu juga bagimu. tapi kadang aku juga merasa bersalah karena tak pernah berbagi cerita denganmu. Karena ketertutupanku ini juga yang kadang membuat aku tersiksa sendiri. Menurutmu apa aku harus cerita padamu?????
tary
27 Agustus’10
To: saudara sehatiku
Aku merasa sangat bodoh dengan tingkah lakuku itu, terlalu cepat mengartikan sesuatu. Padahal itu sudah menjadi kebiasaan kita, hmm.. benar kata yun pas aku sakit kemaren, dia sering ngmong kalo aku blm bisa belajar dari pengalaman, ternyata itu dalam segala hal.. sekali lagi maaf, telah membuatmu merasa bersalah atas semua ini.. jangan karena ini, kamu langsung merubah sikap.. santé wae,, aku udah bisa belajar dari semua ini, aku kan coba lebih mengerti dan memahami.. ok! Kebohongan gak selamanya buruk kan,, hehehe
Tentang critamu yang masih kamu simpan dariku, itu terserah kamu. Kalo kamu memang ingin membaginya dengan aku, aku selalu ada. Kalo gak, yo gpp.. wong itu hakmu.. hmm.. aku juga gak pernah berbagi sma kamu yaaa,,, aku pengen mencobanya. Kadang aku juga tersiksa dengan sikap tertutupku ini.. ya! Tak coba,,
Wez, masalah sing mau gak usah dipermasalahke maneh ya,,, peace..
-OO000OO-
Luapan hati tary:
ya sudahlah biarkan semua yang terjadi menjadi warna dalam kisah persahabatan ini. Jika apa yang kau sembunyikan dariku menurutmu itu baik, ya terserah. Sing penting kita happy2 ae,wong dadi cah nom ki mung pisan. Suk tuo kari crito lan kenangan. Mengko nak drimu wes duwe anak pitu, kita reunian yo. Mesti anakmu luwih nakal timbang drimu. Besok kita buat pengluyur club buat anak cucu kita.
Tentang ceritaku, untuk saat ini aku berfikir itu belum penting, tapi suatu saat akan menjadi satu hal yang sangat penting n membahagiakan bagiku dan mungkin juga bagimu sabagai sahabatku. N ketika saat itu datang kelak, aku pasti akan cerita padamu. Aku pasti berbagi kebahagiaan itu, karena sekarang masih banyak liku-likunya, jadi biarkan aku yang menikmatinya… apikan to diriku???? Pokoke iyo lah..kudu setuju…
-----000000-----
Ninik;
Blz:
Hmm.. moh setuju ah!!
Perkiraanmu kok elek tenan,, anakku kok luwih nakal ko aku pye jal? Gak no,, didikane ibune ualime kyo ngne kok e.., hohoho… stuju bwt club jalan2 anak2, wikwikwik.. ntar SpJnya bagi dua ya…
Jare spo apikan?? Blaz ah,,hmm,, terserah kamu aja lah,, pkoke tak doake smoga apik sekabehane kanggo kamu,,amin,,
Aku punya crita hati yang sekarang sedang menjadi tanyaku, aku masih mencari jwaban dari pertanyaanku itu. Jadi, aku pikir pun begitu, aku akan menceritakan padamu ketika semuanya telah terjawab. Aku masih belum berani,,, doakan saja sing apik kanggo aku,, (hehehe.. nak gelem )
Wes ah,, ket mau ngmongke crita wae,, ngko disambung meneh lah critane,,
Yuyun,, gabung sini…
Tary :
Hmmm.....
Hari ini satu pelajaran lagi. Belajar menjaga perasaan orang. Bisa mengambil sikap dan mampu berdiri meski diapit dua jurang. Kelapangan hati untuk meminta n memberi maaf. Kedewasaan dalam menyikapi suatu hal. Harus bisa lihat situasi, lihat lawan, n lihat kondisi. Menyakiti perasaan orang itu lebih sakit dari pada yang tersakiti. Pahami itu, sahabat….
Itu pesan untukmu kawan… perlu kau ingat dan jangan sampai kau terjatuh ke jurang yang pernah membuat kawanmu ini terjatuh.
Ternyata susah menemukan orang yang bisa mengerti akan kita. Terimakasih sahabat telah mengertiku. Kamu sangat berharga, semoga aku bisa menjagamu. Heeee…….
Nak aku no salah, gawe gelo lan kuciwo ngomong ae yo nik, aku kan gak bisa melihat diriku sendiri tanpa cermin. Jadi jadilah cerminku yang selalu menampakkan diriku apa adanya.
Suk nak wes kluarga jo gawe omah adoh ko aku ya nik.ben nak kita lagi stress iso gila bareng..
-----00000------
Nick n_n
Hmm,,
Benar sekali, meskipun aku gak ada di posisimu, tapi aku bisa faham bgaimana posisimu saat itu,, yah,, plajaran sangat berharga. Jaga perasaan orang lain. mengenal belum tentu memahami dan mengerti… yang penting kita harus hati2 aja menghadapi orang, harus tahu siapa yang menjadi lawan bicara dan sikap kita,, key… hahaha,,, sok bijak,,
Trimakasih untuk ap? Emang aku mengerti kmu?? Hmm,, PD tenan!!! Trimakasih yang tak terhingga jga buatmu yang telah memahami sifat2 dan tingkah2ku…
Jangan panggil aku sahabat,, karena aku blm bisa memenuhi rukun2 sahabat… tapi, aku sedang mencoba,,
Hmm,, trus aku mbok kon omah2 ng ndi no?? ng andeng omahmu?? Kampunge mbh kung kae,,, hahaha.. moh ah! Nak cedak2 gak ono kangen2 e..tur nak arep dolan rak gak iso karo jalan2 no,,, hahaha,,,
Pokoke sing sabar dan ikhlas tas semua kejadian yang kita alami, kerana akan membuahkan kedamaian hati..
Ta..:
Yun… kita kangen nich… kamu kok gak muncul sendiri?
Kamu selalu ninggalin kita…muncul sekejap n tiba2 ilang lagi..
Nick:
Iya,, kmna kmu yuyun??... kita rindu gila bareng…
Ta…:
Hidup sekali, gila jangan berkali2…
Tinggal menghitung hari, kita juga akan saling meninggalkan…tapi untuk ketemu lagi, sejenak kita merenung dan jadi anak alim dulu dirumah, biz itu kita gila lg di jogja…
From: tary Cantx:
Sahabat it tak pernah mrasa kecewa, tpi ia tkut mbuat kcewa. Jika kau anggap aku sahabatmu, jngan kau buat aku takut karena driku tak bisa jadi sahabat yang mampu mengobati kesedihanmu. (senin: 10.43 pm. 19 Juli 2010)
Phami sesuatu dari diriku nik, aku juga gak mau membuatmu khawatir, jka sesuatu yang gwat menimpaku, aku pasti akan diam sampai semua terlalui baru aku akan crita. Peristiwa ini membuatkumenyesal karena telah menyakitimu. Maf ya.. (kamis: 10.38 pm. 26 agustus 10)
Ku juga ingin km tahu btapa aku menyayangimu, tpi mngkin tu tak kan terlihat karena tertu2p dengan sekian banyak kebohongan, keusilan n kenakalanku. Sekali lagi maf..( kamis 10.50 pm. 26 agustus 2010)
Tary…
Terimaksih telah menyimpan pesanku..
Berjuta ragu meracuniku
Berjuta bimbang menghantuiku
Berjuta harapan tertancap dalam
Dan berjuta halangan pun selalu menghadang
Semua tahu tak ada yang sempurna
tapi harapan tuk mendekati sempurna selalu ada
rasa kurang kadang dapat menepis keyakinan
rasa syukur menjadi kuncinya
tapi sulit untuk memegangnya
hanya pada sahabat kita tak menaruh keraguan
hanya pada sahabat kita bisa berbuat tulus
karena sahabat kita bisa bersyukur
inilah ikatan yang mendekati sempurna
sekalipun tak kan pernah jadi sempurna
jadikanlah aku teman menjalani kehidupan yang tak sempurna ini
agar hidup kita mendekati sempurna
(22 okt'10)
Nick…
Tiada satupun yang sempurna
Kecuali DIA
Ada yang mendekati dan hampir sempurna,
Tapi tetap saja..
Tak ada yang abadi Di dunia ini..
Semua semu…
Mimpi dan angan
adalah harapan…
Harapan dan keyakinan
Adalah kekuatan…
Jadilah kekuatan itu untukku sahabatku.
Bersamamu kuarungi hidupku
Bersamamu aku hidup…
Beri aku kekuatan hidup
Agar aku benar2 hidup
Meskipun dengan cahaya redup (23 Okt’10)
(16 Nov ‘10) Tary
Mungkin benar kata Ebid bahwa mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita hingga Ia marah dan menumpahkan berbagai bencana di negeri ini. Rasa haru mengalir dari lubuk hati dan menggerakkan tangan ini untuk menjabat,memeluk, dan menarik saudaraku yang terjatuh.
Satu harapan yang jauh diangan ternyata ada dibalik semua musibah ini. Tak terasa ujuk2 wes KKN. Mang sstu tu punya hikmah tersendiri. Ini salah satunya.
17 Nov 2010 (Idul Adha 1431 H) _nick
He’em ta, ternyata wez tuwo ya? Gak terasa perjalanan kita di jogja udah setengah dari perjalanan yang kita tuju… banyak banget pelajaran, cobaan dan hikmah yang telah kita dapat lantaran peristiwa2 yang telah kita alami. Moment ini benar2 membawa hikmah, dan memberi jawaban pada kita tentang impian kita selama ini, KKN bareng anak2 rayon.. hahahaha… benar2 tuhan sayang pada kita.. hehehe…
Selamat berkorban ya ta, meskipun gak kurban hewan, kita korbankan semua dosa2 kita, kita ikhlaskan untuk dihapus dining Gusti Allah.. hehehe…
Tary :
Selamat ulang tahun nik….
Maaf tuk segala hal yang tak mengenakkan dihatimu. Everything is OK. Semua itu hanyalah iseng kami nik. Tapi acting kami tak sempurna. Itu karena ternyata rasa sayang kami padamu terlalu besar. Padahal Cuma nyiksa sehari ja, wes ra tego…
Hahahaha…km tu kok ya aneh, masak gak curiga nak dikerjani. Pa ya mgkin kita tu gak mau bantuin km meski sebenarnya itu bukan tugas kami. Pa ya mungkin aku negur kesalahanmu dengan kata-kata yang menyakitkan hati tanpa ada solusi. Berarti kita berdua mang bakat jd pemain film. Kapan-kapan daftar seleksi artis ah…. Orang deket ja bisa dtertipu pa lagi pemirsa televise yang gak kenal. Kwa kwik wikkkikikikkkk….
28 nov 2010
Yuyun :
ninik..
jika kau menangis, hubungi aku. aku tak bisa berjanji untuk membuatmu tertawa. namun aku bisa ikut menangis di sampingmu
jika kau sedang ingin sendiri, panggil aku, dan aku akan ada di sampingmu dengan sangat diam.
namun, jika kau mencariku dan aku tak ada, mungkin itulah saatnya aku sedang membutuhkanmu..
(07 Okt '12)
Langganan:
Postingan (Atom)





















