Selasa, 25 Juli 2017

Bayu Samudra

Ini bukan kontrak. Tidak ada perjanjian di dalamnya. Aku tidak pernah menjanjikan apapun padanya, pun juga dia. Kami hanya menjalani apa yang harus kami jalani. Yang kami fahami ini adalah ibadah. Genggam kami dengan cintaMu. Semoga Engkau menghendaki kami untuk terus bersama dalam ibadah kepadaMU. Amin. 13517



Add caption
Tumpukan baju itu masih sama seperti semula, tidak berubah meskipun sudah hampir 3 tahun ditinggal yang empunya. Masih tetap rapi. Kebiasaanku setiap hari setiap habis mandi. Membuka lemari pakaian, mengambil baju gantiku dan kemudian menciumi tumpukan baju itu. Aromanya tetap sama, wangi tubuhmu. Rinduku berkurang, atau malah bertambah besar. Entah. Semga di manapun Engkau berada, engkau bahagia.
11517





aku tidak memiliki kelebihan apa-apa seperti mereka. dan menikah denganmu adalah melebihi impianku.

Aku memang bukan wanita idaman..
Kulitku hitam, badanku kurus kering, gigi besar, mulut lebar dan mata belok.. hahaa.. itu kata suamiku. Aku suka ‘terusterangnya itu. Dia tidak pernah bersandiwara padaku hanya untuk menyenangkan hatiku.
Aku mungkin tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya, pada saat dia butuh, aku tidak ada. Baktiku padanya hanya dengan do’a, hanya itu yang aku bisa.
Tuhan..Bahagiakan dia.. aku tidak pernah bisa membuatnya tersenyum. Jika dengan cara ini dia bisa tersenyum, berikan aku ikhlas. 18517





sayang, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, tapi ingat sayang.. kita harus selalu saling menyayangi bagaimanapun caranya, seperti yang selalu bapakmu ajarkan kepadaku.

Jumat, 28 April 2017

Samudra

Kata orang, “baik buruknya suatu ‘hal’ itu sebenarnya sudah tampak. Hanya saja kita yang tidak mau melihat. Kita pura-pura buta. “
Aku masih bertahan sampai saat-aku menulis- ini, karena aku melihat kebaikan itu. Masih ada kebaikan yang aku temukan, masih ada. Ada keburukan semu, yang sengaja dilakukan untuk menutupi kebaikan itu. Tapi aku tau siapa engkau. Aku masih bisa melihatnya.

Dimanapun engkau berada, aku selalu mendo’akanmu. Dan engkau pun pasti juga sama, buktinya aku masih selalu mengingatmu.
Berikan keikhlasan.. agar semua tetap baik.

Jumat, 02 Desember 2016

Mbok YEM

Baru saja aku selesai membaca salah satu cerita pendeknya Abah Mus di buku kumpulan cerpen beliau ‘lukisan kaligrafi’, judulnya “mbok Yem”. Kalo dalam cerita itu adalah kisah Mbak Yem dan Mbah Joyo, kali ini adalah cerita Mbok yem dan Mbah Mar.
Pasangan yang satu ini sangat berbeda karakternya. Yang satu keras, yang satu lembek. Yang satu romantis, yang satu realistis. Yang satu tenang, yang satu lagi gegabah.. hemm.. tapi inilah pernikahan. Menyatukan dua karakter yang berbeda agar bisa ‘kawin’ dan saling mengerti. Bukankah di balik sampul buku nikah kita terdapat nashihat untuk kedua mempelai yang didahului dengan ayat alqur’an “wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf..” yang maksudnya ‘pergaulilah mereka (istri-istrimu) itu dengan baik (saling mengerti). ‘ma’ruf’ artinya bukan hanya baik, tetapi juga saling mengerti dan pengertian. Kita tidak akan menyerah pada hal yang paling dibenci Allah kan hanya karena karakter yang berbeda dengan pasangan kita?? Na’udzubillah min dzalik..
Suatu cerita ketika mereka berdua sedang terpisahkan karena mbah Mar ada tugas di luar. Percakapan mereka via sms
Mbah Mar : Mbok…
Mbok Yem : ya sayang…
(mbok Yem selalu sok romantis kepada suaminya yang bisa dibilang cuek bebek itu)
Mbah Mar : kok mbok nggak pernah memberi ucapan “selamat puasa pak..”, atau mengingatkan aku “udah shalat belum pak?”
Mbok yem : (menarik napas panjang) hemmm… sayang pengen kaya gitu to?
Mbah Mar : ya iya.. kan itu wujud perhatian istri kepada suami. Ya kan mbok?
Mbok Yem : iya mbah.. itu benar.. itu ndak salah. Tapi ini lho alasanku kenapa aku memilihmu menjadi imamku, kenapa aku mentap hidup bersamamu. Karena aku tahu dan yaqin, bahwa engkau mengerti syari’at dan tidak akan melupakannya. Apalagi shalat itu adalah ibadhah mahdhoh yang pastinya sudah melekat di hatimu.. aku yakin engkau tidak akan lupa atau menyengaja lupa agar diingatkan. Aku tahu itu mbah.. njenengan tidak perlu khawatir perhatianku akan berpaling. Seluruh perhatian lahir batinku hanya untukmu, hanya saja mungkin tidak semua harus ditampakkan. Ini caraku, mbah..
Mboh Mar : hm.. :’) (terharu)

Mbah MAR

Dia tak pernah berpenampilan syar’i (memakai sarung, baju muslim dan berpeci) sehari-harinya, tidak pernah. Hanya saat-saat tertentu saja. Ketika shalat saja dia seringnya ya pakai pakaian yang dikenakannya itu kalo memang masih bersih dan suci. Kaos pendek kemudian ditahan dengan sarung. Ya begitu itu dia. Tidak pernah aneh-aneh. Warna gelap kesukaannya. Hampir semua baju (baca:kaos) nya berwarna gelap, hitam. Bertumpuk-tumpuk pakaiannya, tapi aku hanya menemukan beberapa kemeja atau baju resmi, non-kaos. Selebihnya kaos semua, yang dia pakai juga itu ituuu saja.
Tapi dibalik itu semua, aku selalu melihat dia yang tidak pernah melalaikan syari’atnya, meskipun dia tidak pernah memperlihatkan ke-syar’i-annya. Ilmul hal (baca: Fiqh) bekal dari keluarga dan kiainya selalu dia terapkan dalam hari-harinya. Mulai dari thaharah (bersuci), ibadah juga mu’amalah. Dia tidak pernah melupakannya. Memang tidak dipungkiri manusia itu tidak sempurna, terkadang khilaf atau lupa, tapi dia tidak pernah melupakannya.
Sambil membayangkan gaya suamiku yang sedang jauh. Rindu.
Ramadhan 1435 H
***




















Sudah lelap wajah mungil di sampingku. Pandanganku menelusuri liku-liku wajahnya yang serupa dengan ayahnya. Menatapnya seakan aku melihat suamiku. Matanya, bibirnya semuanya! Aku rindu.
Juli 2015




Jumat, 25 April 2014

Sahira Layaalin

Akan kunikmati semua proses ini dengan tenang.. senang.. tenang.. senang..

Yem,
jika kau tanya apakah aku menyesal,
Penyesalan itu pasti ada.
Tapi jika aku turuti sesal itu, aku akan menghancurkan diriku sendiri, juga orang2 yang aku sayangi.

Kau tau Yem..
Kami sama-sama sangat menjaga 'iffah jika dengan orang lain..
sungguh sangat kami jaga.
Namun jika kami dengan diri kami sendiri, 'iffah itu tidak bisa lagi kami jaga.
entah, entah mengapa.

Ini alasanku , yem..
Kenapa aku ingin segera bertemu denganmu.
Kau marah, kau acuh, kau pentingkan orang lain daripada aku.
Tapi inilah alasanku ingin bertemu denganmu,
Sekarang aku merasa lebih tenang. Entah kenapa.
kau tahu..
Perjumpaan singkat yang penuh kesedihan.
tak ada kesan bahagia sedikitpun, tapi aku lebih tenang.

kau bertanya apa aku kecewa dengan ini?
Sangat kecewa, tapi sekali lagi, aku lebih tenang Yem..
(2905)

Jumat, 07 Maret 2014

Mas

#
"mereka semua menamparku setiap waktu, kang..", keluhnya pada sang suami yang hanya terdengar suaranya
"menampar bagaimana, nimas??", tanya sang suami mendesak
"Kangmas... aku sudah tidak kuat lagi di sini. Aku ingin mengasingkan diri dari mereka semua. kapan engkau kembali??", keluhnya lagi sambil menahan isak tangis.
"kita memang pernah melakukan salah besar kepada mereka semua, ini semua resiko yang harus kita terima.. sabar nimas.." ungkapnya menenangkan sang istri.
"aku tahu kangmas, ini semua sudah menjadi bagian kita.. tapi setidaknya aku akan merasa lebih tneang jika engkau ada di sini, bersamaku menghadapi semua ini. Kapan engkau kembali, kangmas??
"tenang nimas, semua akan baik.. pasti nanti ada jalan. bukankah kau sudah tahu bahwa Gusti kita tidak akan membebani makhluknya di luar kemampuan makhluk itu.." tenang sang suami.
"aku pasrah kang..", lemas nimas.
"aku tidak tahu kpn aku bisa kembali.. tapi yang pasti aku akan kembali untukmu.. sabar ya nduk..", lirih suaranya menutup telepon sambil menitikkan airmata penyesalan.
“aku pasrah kang..” tambah nimas, meskipun sudah tak didengar suaminya.
(7)

#
Aku rindu suamiku
Semalam tadi badanku terasa menggigil..
Seperti diterpa angin.. dingin, padahal aku di dalam kamar yang tertutup rapat.
Emh.. tiba-tiba aku teringat suamiku, mungkin dia sedang ingin bercinta denganku. Mungkin saja.
Buktinya tubuhku serasa ingin dibelai hangat tangannya. Ahh.. aku rindu kangmas.

Kangmas... jika engkau merinduku, bukalah Qur’anmu.
Buka satu persatu sesuka hatimu, perhatikan dia, belai dia dengan lembut.
Selami dalam-dalam ayatnya, sampai kau pahami makna yang tersirat di sana. Habiskan malammu bersamanya, engkau akan merasakan kenikmatan yang dahsyat dalam belaian dan pelukanNya.
(13)

#
Nimas... Apa kau lupa punya Tuhan Allah?
Kau hanya berbuat baik pada manusia, tapi kau lupa berbuat baik padaNya.
Kau selalu menyakiti Dia dan NabiNya..
apa kau lupa, nimas?

Nimas... Apa kau lupa punya saudara sesama manusia?
Kau hanya berani mengeluh pada Tuhanmu, tapi kau tak mau berbagi pada mereka.
Kau begitu sombong!!
Banyak dari mereka yang lebih tau mana yang baik dan mana yang buruk dibanding dirimu sendiri.
apa kau lupa, Nimas??


#
Kangmas,
Maha Suci Tuhan kita...
Yg telah menciptakan sekaligus mewajibkan sholat yang diwaktu-waktu,
dengan begitu aku bisa istirahat dari duniaku..

Pada saat itu, akupun leluasa bersamanya, aku bebas membelainya, aku bisa mengelusnya..
karna hanya Dia yang mau mengertiku, mungkin juga engkau, kangmas..
karna aku hanya bisa melakukannya ketika sholat..
karna hanya Dia yang tau semua ini, juga engkau..
(26)

#
Nimas...
Kau benar-benar tak tau diri!
Kenapa kau sakiti mereka??
sedang mereka begitu baik padamu.. mereka begitu sayang padamu..
mereka tak pernah meminta balasan apa-apa darimu..
tapi kau..??! aakhh!!
(20)

#
Kangmas,
aku adalah wanita biasa, seperti mereka.
aku ingin ditemani saat seperti ini
ingin dimanja saat seperti ini
ingin didengar ceritanya saat seperti ini
dan ingin-ingin yang lain yang tak bisa aku lakukan sendri
(24)

Jumat, 28 Februari 2014

Aku sudah Lupa Cara Menulis

Aku sudah lupa cara menulis
Cerita cerita sudah terlawati
Cerita duka, cerita suka tak banyak berbeda
Tapi entah.. kali ini aku tak pernah punya niat untuk menuliskannya
Sudah beda. Ini gairah yang dulu..

Aku sudah lupa cara menulis
harus kumulai dari kalimat apa, kata apa, bahkan huruf apa aku tak tau
Aku seperti buta huruf
Tak tau bagaimana harus menulisnya
Aku sudah lupa cara menulis.